Misalnya saja, proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang dilakukan di Jakarta Outer Ring Road atau JORR hingga Manggarai.
Proyek tersebut dianggap bisa membantu mengatasi banjir Jakarta, sayangnya langkah yang satu ini justru terpaksa berhenti sejak tahun 2018 silam.
Hal tersebut pun disampaikan langsung oleh Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SUmber Daya Air dari Kementerian PUPR, Jarot Widyoko.
Bukan tanpa alasan, proyek ini terhenti karena adanya kendala pembebasan lahan yang dilakukan oleh Pemerintah Privinsi DKI Jakarta, dan hal ini menjadi masalah utamanya.
Baca Juga: Ridwan Saidi: Sebut Banjir di Jakarta Dari Zaman Belanda Bukan Salah Anies
Dari total 33,5 kilometer bantaran sungai yang pada rencananya harus dinormalisasi, hingga saat ini baru terlaksana 16 kilometer saja yang sudah selesai.
Tak hanya itu, proyek Sodetan Ciliwung yang mengalirkan air dari Ciliwung ke Banjir Kanal Timur atau BKT pun terpaksa berhenti karena kendala yang sama.
Pihak Kementerian PUPR tersebut itu pun menyatakan bahwa seharusnya proyek tersebut dilakukan sepanjang 1,27 kilometer, namun saat ini baru dikerjakan 600 meter saja.
Hal tersebut diakibatkan adanya lahan yang belum bebas yaitu di wilayah Bidara Cina.
Baca Juga: Anies Pilih Pantau Warganya yang Kebanjiran Ketimbang Hadiri Rapat DPR