Anggota Satgas Oksigen Kalsel, Mahyuni menambahkan, dengan jumlah pasokan oksigen yang ada, bisa mencukupi untuk kebutuhan hingga 10 hari.
“Besok datang lagi satu ISO tank dari Gersik dan dua ISO tank lainnya tanggal 3 untuk memperkuat cadangan oksigen kita. Dengan kedatangan ini, aman ketersediaan oksigen kita,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel itu.
Disebutkan, dalam kondisi normal, kemampuan ketersediaan oksigen di Kalsel sekitar 2.700 tabung, sekitar 25 persen saja untuk rumah sakit. Namun beberapa pekan terakhir, pasokan oksigen diutamakan sepenuhnya untuk layanan kesehatan.
Baca Juga: Permintaan Kelapa Sawit Tinggi, Pemprov Kalsel Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Dua pekan lalu, Kalsel menerima 80 ton oksigen yang didatangkan dari Konawe, Sulawesi Tenggara.
Seluruh oksigen yang datang di pelabuhan yang sama itu langsung dibongkar dan disalurkan ke beberapa rumah sakit rujukan pasien Covid-19.
"Empat ISO Tank oksigen berkapasitas masing-masing 20 ton yang diangkut kapal LCT dan tiba di Pelabuhan Peti Kemas Banjarmasin dengan waktu perjalanan 12 hari," jelasnya.
Baca Juga: Sempat Melonjak Pasca Lebaran Haji, Kasus Covid-19 di Kalsel Melandai