Boyolali, Sonora.ID – Proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja telah dimulai. Proyek ini membuat warga setempat banyak yang mengeluh.
Khususnya warga yang rumahnya di sekitar jalan desa di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali yang semula beraspal, kini berubah menjadi jalan tanah dan berlumpur.
Jalan berlumpur itu setiap hari dilalui oleh kendaraan proyek besar-besar yang berisi material tanah untuk pembangunan.
Tanah yang dibawa oleh kendaraan tersebut banyak yang jatuh, kemudian melapisi jalan.
Selain itu jalanan juga banyak yang berlubang di beberapa titik yang disebabkan oleh lindasan kendaraan berat setiap harinya, padahal semula masih mulus.
Jalan yang berlubang itu pun cukup lebar dan dalam, apalagi ketika musim hujan, kubangan tersebut tidak terlihat karena tertutup dengan genangan air.
Pengendara musti hati-hati jika melintasi jalan berlubang tersebut supaya tidak terperosok dan jatuh.
Gunawan, salah satu warga setempat mengeluhkan rusaknya jalanan di desanya, karena setiap hari masih ia dan warga lain lalui.
“Seharusnya proyek tol ini, buat jalan sendiri. Bukan malah memakai jalan kampung,” jelas Gunawan.
Pembeda jalanan kendaraan berat untuk akomodasi proyek pembangunan tol dengan jalanan warga di kampung ini sangat penting.