Umat Muslim juga dilarang untuk merokok selama menjalankan ibadah puasa. Ini termasuk rokok, cerutu, dan segala jenis tembakau lainnya.
Dilarang untuk memasukkan apapun ke lubang tubuh seperti lubang dubur atau lubang lain yang masuk menjurus ke dalam tubuh. Hal ini karena perbuatan tersebut dinilai sama saja dengan makan dan minum.
Apabila ada seorang wanita yang tengah haid atau sejenisnya tetap melakukan puasa dengan sengaja, maka hal itu adalah larangan dan ia tidak akan mendapatkan amal kebaikan sedikit pun.
Dilarang muntah dengan sengaja, kecuali jika muntah yang disebabkan karena sakit dan keluar secara reflek atau tidak dapat ditahan.
Apabila ada seseorang yang melakukan dusta atau berbohong saat berpuasa, maka puasanya hanyalah sia-sia.
Dilarang melakukan suntikan yang mengandung vitamin atau makanan sebab sama seperti makan dan minum sehingga membatalkan puasa.
Ketika menjalankan puasa, namun ia tidak menjalankan salat wajib 5 waktu, maka amal puasa yang dilakukannya adalah percuma.
Membuka aib orang lain dinilai sama saja dengan gosip atau ghibah. Aib orang adalah urusan orang itu sendiri dan kita tidak boleh membukanya.
Nabi Muhammad saw. bersabda, “Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat,” (H.R. Muslim)
Melamun atau berkhayal termasuk perbuatan yang dilarang sebab dalam islam kita diwajibkan untuk berusaha secara nyata, tidak dengan berandai andai atau menyesali nasib.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Apabila seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, berteriak-teriak (bertengkar), dan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mencela atau mengajaknya bertengkar maka katakanlah, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa (dua kali),” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Selain hawa nafsu seksual, kita juga diharuskan menahan emosi selama berpuasa. Jika kita emosi secara berlebihan, maka kita hanya menahan lapar dan haus tanpa mendapat pahala berpuasa.
Maksiat yang dilakukan di waktu atau tempat yang mulia, dosa dan hukumnya dilipatkan sesuai tingkatan kemuliaan waktu dan tempat tersebut.
Bulan ramadhan adalah waktunya untuk mencari ketenangan dalam melakukan ibadah, maka ada baiknya untuk tidak melakukan tindak kejahatan baik di bulan suci ini maupun di waktu lainnya.
Membuka aurat di bulan ramadhan merupakan salah satu contoh perbuatan yang dilakukan dengan rasa malu yang kurang sehingga masuk ke dalam perbuatan dosa.
Ada baiknya untuk giat mengumpulkan amal layaknya akan mati esok. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Beramallah engkau untuk duniamu seolah engkau akan hidup selamanya, dan beramallah engkau untuk akhiratmu seolah engkau akan mati besok.”
Baca Juga: Doa Sesudah Sahur Lengkap dengan Arti, Hukum, dan Keutamaannya
Baca berita update lainnya dari Sonora.id di Google News.