Mudik Lebaran merupakan momen spesial bagi perantau untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.
Tradisi ini tak jarang diwarnai dengan berbagai kelucuan dan canda tawa, terutama saat menggunakan bahasa Jawa yang kaya akan ungkapan-ungkapan jenaka.
"Sepurane, Pak. Ngene kok iso ketemu njenengan nang kene? Neng ndonya opo neng akhirat?" (Maaf, Pak. Kok bisa bertemu dengan Anda di sini? Di dunia atau di akhirat?)
"Mudik tahun iki numpak apa? Ojo numpak angin kenceng, yo." (Mudik tahun ini naik apa? Jangan naik angin kencang, ya.)
"Mbah, tak kangen lho karo mbah. Kangen opo? Kangen duit mbah." (Mbah, aku kangen lho sama Mbah. Kangen apa? Kangen uang Mbah.)
"Adikku cilik kok iso nduwe bojo? Aku sing gedhe kok ra ono sing nggandeng." (Adikku kecil kok bisa punya suami? Aku yang besar kok tidak ada yang gandeng.)
"Lebaran tahun iki ra keno ngombe arak. Duite wis ludes kanggo mudik." (Lebaran tahun ini tidak bisa minum arak. Uangnya sudah habis untuk mudik.)
"Ngene kok iso gendut? Akeh mangan opo akeh nyolong?" (Kok bisa gendut? Banyak makan atau banyak mencuri?)
"Lebaran tahun iki tak raiso ngasih THR. Tak kasih duit e ra gelem, tak kasih utang e malah seneng." (Lebaran tahun ini aku tidak bisa kasih THR. Dikasih uang tidak mau, dikasih utang malah senang.)
"Tak takonno neng endi, kok jawabne neng ndalem. Ndalem opo? Ndalem sarung." (Aku tanya di mana, kok jawabnya di dalam. Di dalam apa? Di dalam sarung.)
"Lebaran tahun iki ra keno salat Ied. Salat Iede neng dalan, macet e ora mbukak." (Lebaran tahun ini tidak bisa salat Ied. Salat Iednya di jalan, macetnya tidak terurai.)
"Tak takonno wis mangan opo durung, kok jawabne wis. Wis opo? Wis ngantuk." (Aku tanya sudah makan apa belum, kok jawabnya sudah. Sudah apa? Sudah ngantuk.)
"Mudik tahun iki tak raiso nyenengin kabeh wong. Nek nyenengin si mbah, si bojo cemburu." (Mudik tahun ini aku tidak bisa menyenangkan semua orang. Kalau menyenangkan Mbah, istri cemburu.)
"Lebaran tahun iki tak raiso ngumpul karo konco. Koncone wis pada mudik kabeh." (Lebaran tahun ini aku tidak bisa kumpul dengan teman. Teman-temannya sudah pada mudik semua.)
"Mudik tahun iki tak raiso nonton film horor. Takut e weruh kuntilanak neng dalan." (Mudik tahun ini aku tidak bisa nonton film horor. Takutnya melihat kuntilanak di jalan.)
"Lebaran tahun iki tak raiso dolan-dolan. Duite wis ludes kanggo beli baju baru." (Lebaran tahun ini aku tidak bisa jalan-jalan. Uangnya sudah habis untuk membeli baju baru.)