Bandung, Sonora.ID - Kerap terlihat sampah menumpuk di pasar-pasar tradisional dan menjadi pemandangan yang memprihatinkan. Sampah menumpuk umumnya disebabkan oleh buruknya manajemen pengelolaan sampah, mulai dari kurangnya fasilitas hingga rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung.
Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengeluarkan teguran dan peringatan keras kepada pengelola Pasar Caringin soal permasalahan tumpukan sampah.
Selain surat peringatan, Pemkot Bandung juga telah menguji potensi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat penumpukan sampah.
"Kami sudah mengeluarkan surat peringatan kepada pengelola Pasar Caringin untuk segera menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri, karena itu adalah tanggung jawab mereka," tegas Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara di Balaikota Bandung, Kamis (2/1/2025).
Koswara menyebut, laporan terkait masalah ini juga sudah diteruskan ke Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta untuk tindak lanjut sesuai undang-undang.
"Jadi selain sanksi yang bisa dilakukan oleh Pemkot berupa pelanggaran Perda, juga pelanggaran undang-undang melalui Kementerian Lingkungan Hidup," ungkapnya.
Koswara mengatakan, pengelola Pasar Caringin diberikan waktu 14 hari, terhitung sejak empat hari lalu, untuk menyelesaikan masalah ini. Jika tidak ada perbaikan signifikan dalam kurun waktu tersebut, Pemkot Bandung akan memberikan teguran lanjutan.
"Langkah-langkah sudah dilakukan, termasuk menambah kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti sejak dua minggu lalu. Memang sudah ada sedikit pengurangan sampah di Caringin, tetapi hasilnya belum signifikan," jelasnya.
Ia menegaskan, Pemkot Bandung akan terus memantau perkembangan di Pasar Caringin. Tindakan selanjutnya akan mengikuti standar dan prosedur yang berlaku.
Baca Juga: Kolaborasi Bersih Sampah Jakarta Dukung Percepatan Penanganan Sampah
Koswara berharap, pengelola Pasar Caringin dapat menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti arahan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung dan Kementerian Lingkungan Hidup.
"Hal yang utama adalah segera menyelesaikan pencemaran lingkungan di sana dan memastikan pengelolaan sampah dilakukan dengan benar," pungkas Koswara.