Sebanyak 300-an Penumpang Damri Terdampak Diamankan di Entikong

30 Januari 2025 20:55 WIB
 Pihak DAMRI memberikan service recovery kepada penumpang pada Kamis 30 Januari 2025. Penumpang mengungsi di kawasan Pasar Wisata dan Wisma PLBN Entikong. Karena terbatasnya fasilitas, prioritas untuk lansia, anak dan perempuan. (Dok DAMRI)
Pihak DAMRI memberikan service recovery kepada penumpang pada Kamis 30 Januari 2025. Penumpang mengungsi di kawasan Pasar Wisata dan Wisma PLBN Entikong. Karena terbatasnya fasilitas, prioritas untuk lansia, anak dan perempuan. (Dok DAMRI) ( )

Pontianak, Sonora.ID - Banjir yang melanda sejumlah titik di sekitar PLBN Entikong berdampak pada kelancaran arus lalu lintas, termasuk transportasi umum.

Ahmad Bukhari, General Manager Perum Damri Cabang Pontianak, mengungkapkan bahwa sekitar 300 penumpang mengalami dampak dari kejadian tersebut.

Banjir mengganggu jadwal keberangkatan dan kedatangan bus, menyebabkan sejumlah perjalanan terhambat dan mempengaruhi mobilitas warga.

Perum Damri sedang berupaya untuk mengatasi dampak tersebut dan memberikan informasi lebih lanjut kepada para penumpang.

"Kondisi banjir dari tadi subuh sampai sore hari ini memang membuat jalan tidak bisa dilintasi bus. Jadi pelanggan yang ramai kan dari Kuching, jadi bus rute Kuching, baik yang dari Pontianak dan yang dari Kuching ke Pontianak masih tertahan," kata Ari pada Rabu (29/1/2025).

Saat ini ratusan penumpang dari Kuching diamankan di Entikong. Sedangkan penumpang rute Pontianak-Kuching terhambat di Kembayan karena daerah tersebut banjirnya terbilang tinggi.

Baca Juga: GM Damri Pontianak Pastikan Pelanggan yang Tertahan di PLBN Entikong Dapat Fasilitas Memadai

"Jadi tadi cari alternatif lain karena ada yang mengejar tiket pesawat transit Kuching - Kuala Lumpur," jelasnya lagi.

Ari mengusulkan agar waktu operasional di border Entikong diperpanjang selama periode puncak (peak season) mengingat adanya keterlambatan kedatangan penumpang.

Selama ini, pihak terkait biasanya menutup layanan pada pukul lima sore waktu Malaysia.

Namun, Ari berharap agar waktu kerja dapat diperpanjang hingga pukul tujuh malam untuk memberikan kelonggaran bagi para penumpang yang datang terlambat.

"Kejadian force majeure setidaknya di border bisa menyesuaikan. Pengecekan paspor bisa diperpanjang sampai malam, itu harapan kami selaku pengusaha bus. Kasiannya penumpang harus bermalam di Entikong menunggu pagi. Kalau dari Kuching sudah tercover semuanya," terangnya. 

Baca berita update lainnya dari Sonora.id di Google News

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
92.0 fm
98.0 fm