Surabaya, Sonora.ID - Akhir-akhir ini, kesadaran masyarakat terkait pentingnya perencanaan keuangan semakin meningkat, terutama untuk perencanaan keuangan di keluarga. Namun, permasalahan yang masih dihadapi adalah rata-rata masih bingung untuk menentukan investasi yang tepat untuk mencapai tujuan keuangannya.
Certified Financial Planner, Billy Gustyan mengatakan untuk membuat tujuan keuangan yang jelas, detail dan terukur, ada sebuah metode efektif yang bisa diterapkan. Penerapan metode ini akan membantu untuk membangun kerangka tujuan keuangan yang lebih baik. Metodi tersebut adalah metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-bound).
“Sebelum kita berinvestasi, kita itu mesti tahu dulu nih, tujuan keuangan kita itu apa. Dan ketika kita berbicara tujuan keuangan, kita juga mesti tahu nih, bahwa kalau kita sudah menyebutkan tujuan keuangan itu sudah masuk ke hal-hal yang lebih detail. Untuk menentukan tujuan keuangan, ada metode yang bisa kita pakai untuk membantu supaya tujuan keuangan kita tadi itu baik. Ada yang namanya metode SMART. Jadi SMART ini adalah singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-bound, “ kata Certified Financial Planner, Billy Gustyan, Senin (3/2/2025).
Baca Juga: Bey Sebut Investasi Harus Berdampak Pada Masyarakat
Sebagai contoh, Billy menjelaskan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak dengan penerapan metode SMART:
“Nah mungkin kita coba contohnya dana Pendidikan gitu ya. Gimana supaya tujuan keuangan dana pendidikan tadi itu bisa kita bikin rencananya dengan lebih baik. Pertama kita masuk ke singkatan dari SMART tadi, Spesific ya, dalam menentukan dana pendidikan, kita harus tahu dulu nih, kita mau mengumpulkan dananya itu, apakah untuk jenjang Sekolah Dasar atau bahkan sampai untuk kuliah anak, dan bahkan kita juga harus menentukan dimana anak kita akan sekolah, misalnya tujuan SD-nya dimana, terus mau kuliahnya dimana, kita juga harus tahu. Selanjutnya setelah kita tahu itu, ada yang namanya Measurable atau terukur, jadi kita harus tahu berapa kebutuhan dana bersekolah di sekolah yang sudah kita targetkan, misalnya tadi mau masuk SD, kita sudah tahu uang masuk SD di sana sekian, mau kuliah di situ uangnya sekian, jadi kita sudah tahu nih uangnya berapa, “ jelas Billy.
“Dan yang selanjutnya Achievable, ini yang penting juga, kita harus realistis ya, kita mungkin punya impian sekolah anak di tempat yang bagus, tapi kita harus cek dulu nih kondisi kita, financial check up namanya, kalau kita sudah financial check up, ternyata kita nggak mampu, nah ini kita harus fokus untuk memperbaiki dulu supaya kita bisa ke sekolah yang kita targetkan. Nah selanjutnya itu Relevant, relevan itu harus sesuai juga nih tujuan keuangan kita itu dengan prinsip-prinsip yang kita pegang, misalnya ada preferensinya bahwa sekolah itu harus ada pembelajaran agamanya atau kita punya preferensi kurikulum-kurikulum tertentu gitu ya, mau kurikulum internasional atau kurikulum nasional itu cukup. Dan yang terakhir itu tadi Time-bound, kita harus tahu berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk mengumpulkan dana, misalnya untuk anak kita umurnya 1 tahun, berarti targetnya adalah untuk Sekolah Dasar, ada waktu 6 tahun lagi nih untuk kita bisa mengumpulkan dana, “ kata dia.
Jika kita telah membuat tujuan keuangan dengan metode SMART tersebut, kita akan tahu berapa lama kita harus mencapainya dan berapa dana yang kita butuhkan, sehingga kita bisa menentukan investasi mana yang cocok untuk mencapai tujuan keuangan kita.
Billy juga kembali mengungkapkan bahwa berinvestasi tidak hanya tentang keuntungan. Di balik itu, di tiap investasi juga memiliki risiko yang perlu diperhitungkan. Ada baiknya memahami profil risiko kita, supaya bisa menentukan investasi yang sesuai dengan kita. Apabila Anda memiliki profil risiko yang rendah atau konservatif, maka produk-produk investasi yang masuk dalam kategori high risk kemungkinan besar kurang sesuai. Ada beberapa jenis instrumen investasi yang bisa kita sesuaikan dengan profil risiko kita.
Baca Juga: Pilih Trading Future atau Web Trading Crypto? Ini Perbedaannya
“Investasi mana nih yang cocok untuk mencapai tujuan keuangan kita, yang pertama itu kita harus tahu dulu nih profil risiko kita ada dimana. Karena berbicara investasi, kita bicara juga bukan hanya keuntungan tapi juga risiko dalam investasi itu, yang dikenal high risk sehingga kita harus tahu profil risiko kita seperti apa, apakah kita orang yang suka menerima risiko atau orang yang malah menghindari risiko. Kalau kita tipenya menghindari risiko atau suka yang aman-aman saja, ya carilah investasi-investasi yang memang low risk. Low risk itu berarti relatif return-nya kecil. Yang kedua adalah kita juga harus lihat jangka waktu kita berinvestasi, memang tadi kita menyebutkan, misalnya profil risiko kita konservatif dan disarankan untuk berinvestasi di instrumen investasi yang low risk atau risikonya rendah tapi terkadang return dari investasi untuk instrumen investasi yang risikonya rendah itu relatif kecil sehingga ketika kita berbicara tujuan investasi jangka panjang itu tidak memberikan hasil yang optimal, keuntungan yang optimal, sehingga di sini kita bisa mengatur yang namanya pos-pos investasi kita, ketika kita berprofil misalnya tadi konservatif, tidak suka risiko, kita bisa mengatur alokasi dana kita untuk tujuan jangka panjang misalnya di 80%-nya tetap di low risk tapi 20%-nya kita bisa coba di instrumen investasi yang high risk, contohnya kalau yang low risk kita bisa ke deposito, emas dan SBN Ritel atau Ori dan untuk yang high risk kita bisa mencoba misalnya ke saham atau reksadana, “ jelasnya.
“Dan yang terakhir kita juga harus tahu nih, motif kita berinvestasi itu untuk apa, kalau kita mau mendapatkan penghasilan rutin, maka carilah investasi yang memang menghasilkan hasil investasi yang dapat memberikan pendapatan secara rutin, tapi kalau kita mau menumbuhkan aset kita, ya cari juga instrumen investasi yang memberikan pertumbuhan atau uang yang kita tanamkan di investasi, “ kata dia.
Dalam berinvestasi, penting untuk mempertimbangkan tujuan keuangan dan profil risiko Anda agar Anda dapat memilih jenis investasi yang tepat.
Penulis : Goorda (Sonora Surabaya)