Sonora.ID - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bonifasius Wahyu Pudjianto mengungkapkan perlu ada intervensi agar jurang ketimpangan itu tak semakin dalam.
Hal ini dilatarbelakangi terdapat jurang ketimpangan besar dalam pemenuhan sumber daya manusia bidang digital di Indonesia.
"Ketersediaan talenta digital pada tahun 2024 sekitar 6.507.904 orang. Jumlah tersebut masih jauh di bawah kebutuhannya sekitar 10.731.209 orang," ujar Bonifasius Wahyu Pudjinato dalam peluncuran Laskar AI di kantor Lintasarta di Jakarta Kamis 13 Februari 2025.
Menurutnya, kebutuhan talenta digital ini akan semakin tinggi dalam tahun-tahun ke depan.
Diproyeksikan pada tahun 2030 ada kebutuhan 12.092.110 talenta digital. Sementara ketersediaannya berada di kisaran 9.343.849.
"Jadi, masih banyak gap talenta digital yang harus diselesaikan," ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini teknologi digital telah semakin berkembang dengan adanya kecerdasan buatan (AI). Penerapan AI telah semakin meluas di sektor-sektor industri tanah air.
Lebih lanjut, Wahyu mengatakan berdasarkan pemetaan Komdigi, ada tiga sektor industri yang kebutuhan AI sudah cukup meluas, yakni sektor kesehatan, sektor keuangan dan sektor perdagangan, termasuk e-commerce.
Namun demikian sektor industri lain juga semakin tertarik menerapkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing.
"AI juga mulai diterapkan dalam pendidikan, ketahanan pangan, mobilitas, dan kota cerdas. Ini menunjukkan potensi AI dalam mengatasi tantangan nasional," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini memiliki target meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai 8%.