Ia meminta semua elemen untuk bisa bekerja sama dan berkomitmen dalam mengubah kebiasaan itu.
“Kalau kita enggak gotong royong, kita tidak bangun bangsa kita dengan diri sendiri, emang bangsa lain peduli? Kita yang harus peduli antara bangsa kita. Jangan semuanya ujung-ujungnya duit terus. Akhirnya kita terjebak short term policy. Didominasi oleh mafia-mafia, trader-trader itu,” ucap dia.
Baca Juga: Baru Dibuka, Erick Thohir Sebut RS Darurat Wisma Atlet Sudah Tampung 102 Pasien
Erick mengaku mengganti kebiasaan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, namun ia percaya jika dibarengi dengan gotong royong bersama dalam melaksanakannya maka hal itu bisa tercipta dengan mudah.
“Kalau hari ini (bisa produksi bahan baku obat) 10 persen, tahun depan 30 persen, tahun depannya lagi 50 persen. Kita juga tidak anti-impor. Memang ada beberapa yang tidak bisa dilakukan, tapi yang kita bisa lakukan, harus bisa,” ujarnya.
Baca Juga: Takut Virus Corona, Erick Thohir Larang Pegawai BUMN untuk Salaman
Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul "Erick Thohir Sedih, Negara Sebesar Indonesia 90 Persen Bahan Baku Obat Masih Impor".