Makassar, Sonora.ID - Sejumlah investor asing tertarik menggarap proyek unggulan yang ditawarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Penawaran itu dilakukan pada event Road To Indonesia Investment Day 2020 ke-11 yang dilaksanakan KBRI Singapura yang didukung Bank Indonesia dan Perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal di Singapura (IIPC).
Direktur Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Sulsel , Endang Kurnia Saputra memaparkan tiga proyek unggulan yang dilirik oleh investor asing dari berbagai negara. Seperti Jepang, Singapura dan Australia.
Baca Juga: BKPM RI Ajak Investor Nasional Tanamkan Modal di Sulsel
Khusus proyek pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang. Disebutkan ada 10 investor yang tertarik dan mayoritas berasal dari Jepang.
"Kita menjual 3 proyek. Kita tunggu realisasinya. Jika terealisasi, Sulsel akan menjadi Kawasan Timur Indonesia pertama kali yang memiliki pembangkit tenaga listrik sampah," kata Endang saat ditemui kemarin, Kamis (22/10/2020).
Proyek lainnya yaitu pembangunan Kawasan Industri di Kabupaten Maros. Sejauh ini, ada satu investor yang berminat untuk menanamkan modalnya.
Sementara untuk pariwisata di Kabupaten Selayar, investor berasal dari Singapura, Jepang dan Australia.
“Makassar ini adalah western energy project atau pembangkit tenaga listrik sampah, kemudian kawasan industri Maros dan pariwisatanya Kabupaten Selayar,” beber Adang sapaan akrabnya.
Endang memprediksi realisasi investasi tersebut baru berjalan pada tahun 2021 mendatang.
Baca Juga: Pengamat : 'Demo Yang Tak Berujung Adalah Bentuk Ketidakdewasaan'
"Karena biasanya kan realisasinya tidak bisa langsung cepat tahun ini, mungkin tahun 2021 tapi untuk Antang ini besar sekali potensinya,” jelasnya.
Menurut Endang, akan ada banyak multiplier efek yang akan timbul dengan adanya investasi.
“Dengan adanya investasi yang masuk ke Sulsel, maka dipastikan akan mempercepat pemulihan ekonomi yang terdampak Covid 19," tutupnya.