Sonora.ID - Tidak ada alasan untuk tidak memiliki tabungan untuk masa depan atau dana darurat apa lagi untuk investasi.
Berapapun pemasukan atau gaji yang diterima setiap bulannya harus digunakan dengan bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan menabung dan berinvestasi.
Tapi yang terjadi saat ini adalah kebanyakan orang menghabiskan gajinya untuk gaya hidup yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Baca Juga: Sorotan Banyak Pihak, Muba Buka Peluang Investasi Bisnis Berkelanjutan
Lakukan 3 hal ini untuk tetap bisa menabung dan berinvestasi dengan gaji Rp 4 juta.
Pos bulanan
Ketika menerima gaji, langsung bagi gaji Anda dalam beberapa pos yang bisa Anda buat berdasarkan kebutuhan Anda.
Biasanya kebanyakan orang mengambil 70 persen dari gajinya untuk memenuhi kebutuhan pokok, membayar tagihan, dan mengisi pulsa atau kebutuhan lainnya.
Baca Juga: Inspirator Investasi Nilai Tingkat Melek Investasi di Indonesia Sangat Minim
Menabung dan Investasi
Ketika sudah menyisihkan 70 persen untuk kebutuhan pokok, Anda masih memiliki 30 persen dari gaji Anda yang tersisa.
Bukan untuk foya-foya tapi 10 persen Anda gunakan untuk menabung, dan baiknya Anda sisihkan di ATM yang berbeda sehingga tidak tergoda untuk menggunakannya.
Kemudian 10 persen lainnya Anda gunakan untuk berinvestasi, misalnya untuk menabung emas atau investasi lannya.
Baca Juga: Investasi Emas Berjangka Bisa Menjadi Pilihan Berinvestasi Di Tengah Pandemi
Dana darurat
Dana yang satu ini sering kali diremehkan dan tidak diperhitungkan sejak awal, padahal dana darurat menjadi sangat penting apa lagi ketika Anda sudah hidup mandiri atau tidak bersama orang tua.
70 persen gaji Anda dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 10 persen untuk menabung, 10 persen untuk investasi, 10 persen sisanya adalah untuk dana darurat.
Selain untuk kebutuhan jika dalam kondisi tidak sehat, dana ini juga bisa digunakan pada saat terdesak atau ada sesuatu yang buruk terjadi.
Baca Juga: Tidak Bisa Disepelekan, Pakar : Investasi Harus Memiliki Tujuan