3. Syok obstruktif
Syok obstruktif merupakan jenis syok yang jarang terjadi. Syok jenis ini disebabkan lantaran adanya tekanan pada pembuluh darah, misalnya pada tension pneumothorax.
Adapun gejala awal seseorang mengalami syok obstruktif adalah:
- mengalami darah tinggi mendadak
- Denyut nadi yang cepat
- Suara napas yang abnormal
- Gangguan pernapasan, namun gejala ini hanya akan terjadi pada seseorang yang mengalami tekanan pembuluh darah, tension pneumothorax
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami macam-macam tanda syok di atas, segera hubungi dokter.
Syok dapat berakibat fatal, terutama pada organ-organ tubuh vital. Oleh karena itu, pasien yang mengalami syok membutuhkan perawatan secepat mungkin.
Syok obstruktif terjadi ketika penyumbatan pada sistem kardiovaskular, seperti emboli paru, membuat darah tidak mengalir ke jaringan dan organ tubuh.
Baca Juga: Gejala Awal Toxic Shock Syndrome Akibat Penggunaan Tampon atau Pembalut
4. Syok distributif
Syok Distributif juga beresiko meningkatkan kemungkinan kematian mendadak pada seseorang. Syok Distributif terjadi saat pembuluh darah tidak dapat mempertahankan kekuatannya sehingga terjadilah vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah).
Hal inilah yang mebuat Syok Distributif lebih dikenal sebagai syok vasodilatas. Saat pembuluh darah melemas dan melebar, tekanan darah menjadi turun.
Pada umumnya penyebab utama dari jenis syok distributif adalah reaksi alergi berat (syok anafilaksis) dan infeksi berat (sepsis) atau infeksi parah.
Keracunan atau efek samping obat-obatan juga dapat menyebabkan syok jenis ini.
Baca Juga: Dokter Syok Dapati Darah Pasiennya Berwarna Kuning, Akibat Sering Makan Jeroan dan Junk Food
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Jenis Syok yang Bisa Sebabkan Kematian ",