Sonora.ID – Meski sudah mendapat banyak sanksi dan kecaman dari berbagai negara di dunia, hingga dari rakyat Rusi sendiri, sayangnya Presiden Rusia, Vladimir Putin, masih enggan menghentikan serangan militer ke Ukraina.
Sementara itu, dari dalam Rusia sendiri lewat media sosial mulai banyak WNI yang mengeluh sulit menarik uang dari ATM hingga harga bahan pokok yang merangkak naik.
Seperti yang sudah sering diberitakan, mungkin banyak masyarakan yang geram karena negara lain terlihat seperti enggan ikut campur terlalu jauh dengan konflik Rusia-Ukraina.
Meski begitu, bukan berarti mereka benar-benar menutup mata atas tindakan keji yang menewaskan banyak warga sipil yang tidak berdaya di Ukraina.
Buktinya, makin banyak sanksi berat yang harus diterima oleh negara Rusia, mulai dari sanksi ekonomi, hiburan, internet bahkan olahraga.
Baca Juga: Rusia Makin Ganas! 12 Negara Ini Siap Bela Ukraina, Indonesia Berpihak ke mana?
Nah, semua sanksi ini perlahan mencekik rakyat Rusia hingga berpontensi mengancam kesejahteraan rakyat di sana.
Untuk informasi lebih lengkap, berikut 8 sanksi berat yang diterima Rusia Imbas Invlasi Ukraina, Rakyat Terancam Miskin!
Sanksi SWIFT
Rusia memang menerima sejumlah sanksi ekonomi dari negara barat imbas invasi terhadap Ukraina.
Namun dari banyaknya sanksi yang dijatuhkan, mulai dari pembekuan aset, penutupan akses teknologi dan pasar.
Diketahui pemblokiran dari Federasi Rusia dari sistem keuangan dunia Society Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) dinilai jadi salah satu yang berpotensi paling berdampak terhadap sistem perekonomian Rusia.
Pasalnya, sanksi tersebut membuat layanan perbankan Rusia terganggu secara signifikan. SWIFT sendiri merupakan sistem pembayaran yang menghubungkan ribuan lembaga keuangan yang beroperasi di seluruh dunia.
Sistem ini memungkinkan lembaga keuangan, termasuk bank, bisa mengirim atau menerima data transaksi dengan cepat dan aman.
Pemblokiran akses SWIFT akan membatasi akses bank-bank Rusia ke aliran uang global, sehingga mempersulit bisnis untuk mengekspor atau mengimpor, atau untuk membiayai diri mereka sendiri dari luar negeri.
Dengan demikian, pemutusan akses SWIFT akan sangat berdampak terhadap pelaku usaha.
Bukan hanya pelaku usaha, pemblokiran Rusia terhadap SWIFT juga membuat jutaan warga Rusia sangat terganggu.
Pasalnya, pekerja di Rusia yang menerima penghasilan dari luar negeri, mengaku tak bisa menarik uangnya dari luar negeri karena akses SWIFT diblokir.
Baca Juga: Rusia-Ukraina Perang! Ini Jajaran Negara yang Pernah Bertikai dengan Rusia
Visa dan Mastercard blokir beberapa lembaga keuangan Rusia
Masih dari sanksi ekonomi, Dampak sanksi ekonomi terhadap Rusia tak hanya menjatuhkan mata uang Rubel hingga 30%, tapi juga membuat Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga dari 9,5% menjadi 20%.
Kondisi ini akhirnya membuat daya beli masyrakat tergerus dan menurunkan nilai tabungan di bank.
Pemilik usaha kecil di Rusia pun sudah merasakan kenaikan harga bahan-bahan pangan.
Yang teranyar, visa dan mastercard memblokir beberapa lembaga keuangan Rusia dari jaringan mereka.
Dampak sanksi ekonomi terhadap Rusia tak hanya menjatuhkan mata uang Rubel hingga 30%, tapi juga membuat Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga dari 9,5% menjadi 20%.
Kondisi ini akhirnya membuat daya beli masyrakat tergerus dan menurunkan nilai tabungan di bank.
Pemilik usaha kecil di Rusia pun sudah merasakan kenaikan harga bahan-bahan pangan.
Yang teranyar, visa dan mastercard memblokir beberapa lembaga keuangan Rusia dari jaringan mereka.
Bank terbesar Rusia di Eropa terancam bangkrut
Bank terbesar di Rusia, Sberbank, mengumumkan keluar dari pasar Eropa menyusul sederet sanksi yang dijatuhkan kepadanya dan perbankan Rusia lainnya.
Melansir dari Associated Press, pihak bank menyampaikan bahwa anak usahanya di Eropa menghadapi situasi abnormal.
Hal ini lantaran nasabah menarik dananya secara massal dan keamanan para pekerja serta kantor cabang terancam.
Penarikan uang besar-besaran membuat Sberbank cabang Austria dalam kondisi nyaris bangkrut.
Sementara cabang di Kroasia dan Slovenia, kepemilikan Sberbank dialihkan ke pihak lainnya oleh otoritas Uni Eropa.
5 sanksi dari Singapura
Kementerian Luar Negeri Singapura mengumumkan sederet sanksi yang akan dijatuhkan kepada Rusia, termasuk pembatasan ekspor komoditas strategis dan kebijakan finansial lainnya.
Pertama, Bea Cukai Singapura akan menolak semua permohonan izin ke Rusia yang melibatkan semua barang yang terdaftar sebagai barang militer, elektronik, komputer, dan produk telekomunikasi dan "keamanan informasi".
Selai itu semua lembaga keuangan di Singapura dilarang melakukan transaksi atau menjalin hubungan bisnis dengan lembaga keuangan besar Rusia termasuk VTB Bank, VEB.RF, Promsvyazbank, dan Bank Rossiya.
Singapura juga melarang transaksi atau fasilitasi penggalangan dana untuk pemerintah Rusia dan bank sentral Rusia atau entitas apa pun yang dimiliki oleh mereka.
Singapura juga melarang penyediaan jasa keuangan di wilayah separatis Donetsk dan Luhansk di sektor transportasi, telekomunikasi, dan energi.
Sanksi terakhir adalah penyedia layanan token pembayaran digital dilarang memfasilitasi transaksi apa pun yang dapat membantu menghindari tindakan finansial ini.
Baca Juga: Setelah Disney, Warner Bros, dan Apple, Kini Netflix Juga Cabut Layanannya dari Rusia
Berikut sederet sanksi hiburan dan olahraga
Baca Juga: Wih! Rusia Mau Berhenti Serang Ukraina Hanya Dengan Dua Syarat Ini, Apa Itu?