2. Jumlah air kencing yang banyak: Meski hanya dibutuhkan satu sperma saja untuk hamil, tapi kemungkinan kehamilan akan lebih besar jika dibandingkan dengan sedikitnya air kencing di dalam tubuh.
Baca Juga: 4 Warna Air Mani dan Artinya, Punyamu Normal Tidak? Cek Sekarang!
3. Dibutuhkan waktu yang tepat: Agar bisa hamil, sperma perlu masuk ke dalam vagina pada atau tepat sebelum ovulasi.
Bahkan jika semua keadaan ini terjadi, kemungkinan kehamilan tetap rendah.
Seorang berusia 30 tahun yang sehat memiliki sekitar 20 persen peluang untuk hamil.
Hal ini terjadi setiap siklus menstruasi dan mereka berhubungan seks tanpa menggunakan alat kontrasepsi.
Kendati begitu, kemungkinan kehamilan akibat kontak singkat dengan air mani bahkan lebih rendah.
Memang benar, sperma bisa bertahan di luar Ms. V selama beberapa detik. Tapi, sperma terlalu lemah untuk berenang menuju sel telur bila ada di luar Ms. V.
Baca Juga: Sperma Encer dan Cair? Awas Pria Mungkin Kamu Punya 3 Penyakit Ini
Cara berhubungan intim yang aman
Berikut cara berhubungan intim yang aman untuk mengurangi risiko hamil atau tertular penyakit seksual.
Satu-satunya cara untuk sepenuhnya menghilangkan risiko kehamilan adalah dengan menghindari semua kontak seksual.
Ini termasuk masturbasi bersama, seks oral, dan jika seseorang menyentuh vaginanya untuk bermasturbasi segera setelah pasangannya ejakulasi di tangan mereka.