Pontianak, Sonora.ID - Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal mengungkapkan, para anggotanya telah mempersiapkan berbagai program untuk buka puasa bersama saat Ramadan 2022.
Yuliardi Qamal mengaku, kegiatan buka puasa bersama menjadi salah satu kegiatan yang mendatangkan banyak pendapatan, karena banyaknya masyarakat yang menggelar buka puasa bersama di hotel maupun restoran.
“Kegiatan buka puasa bersama ini setiap tahunnya adalah suatu kegiatan event panen, karena setahun sekali, buka bersama itu kegiatan yang kita tunggu-tunggu,” ucap Yuliardi, Senin (28/3).
Lantaran masih di pandemi Covid-19, Yuliardi mengatakan hotel dan restoran di bawah PHRI tetap akan menerapkan protokol kesehatan.
“Kita anggota selalu imbau untuk menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, dan cuci tangan atau menggunakan handsanitizer. Prokes yang sudah dilakukan anggota kita tetap jalankan,” terangnya.
Meski belum ada keputusan resmi dari pemerintah kota Pontianak untuk mengizinkan penyelenggaraan buka puasa bersama di hotel dan restoran, namun Yuliardi yakin pemkot akan memberikan izin dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Mungkin wacana untuk resminya kita masih menunggu, tapi kita lihat situasi Covid yang sudah melandai ini. Saya yakin keberpihakan pemerintah ke sektor kami dipastikan akan melonggarkan aturan-atuaran, yang paling penting prokes tetap kita jalankan,” ujar Yuliardi.
Ia berharap kasus konfirmasi Covid-19 segera melandai sehingga perekonomian bisa bangkit kembali dan bisa menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Mudah-mudahan Covid-19 ini dengan varian terbarunya semakin melandai sehingga perekonomian bangkit seperti dulu dan bisa menyumbangkan PAD,” harap Yuliardi Qamal.
Baca Juga: Human Initiative Gelar Program Bulan Kita Berbagi (BUKBER) dengan Target 202 Ribu Penerima Manfaat
Diakuinya, okupansi hotel sudah membaik berkisar 70 persen.
“Tahun 2022 ini menjadi titik balik kami dengan adanya Covid-19 melanda di 2021 dan 2020. Okupansi hotel sudah membaik berkisar di 70 persen, dari kementerian mengatakan kegiatan event yang ada di instansi pemerintah atau swasta dapat dilakukan di hotel, itu lah keberpihakan pemerintah kepada kami. Mudah-mudahan kita bisa pulih lagi untuk menyumbangkan PAD lebih besar lagi. Kita berharap dari pemerimtah buatlah event-event di Pontianak atau Kalbar agar tamu-tamu kita lebih lama menginapnya,” jelas Yuliardi.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mempersilakan untuk digelarnya buka puasa bersama asal tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
“Silahkan aja, tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Edi.
Baca Juga: Bukber, Halal Bihalal, dan Walimah di Banjarmasin Kembali Dilarang