Tubuh yang lemah menyebabkan daya tahan tubuh turun dan kemungkinan untuk terinfeksi berbagai virus pun menjadi lebih tinggi, misalnya infeksi influenza, batuk, demam, diare, hingga tipus seperti yang disebutkan oleh Dr. Srivastava.
Sebenarnya bukan karena hujannya, tetapi genangan air yang terjadi pada saat hujan dan menyiprat ke bagian tubuh, menyebabkan virus atau bakteri di dalamnya terpapar ke bagian tubuh.
“Penyakit yang ditularkan nyamuk seperti DBD, chikungunya, dan malaria juga meningkat selama musim hujan. Curah hujan di luar musim hujan pun justru lebih merusak kesehatan kita daripada hujan pada musimnya,” terangnya.
“Penyebab utama diare terkait dengan curah hujan yang tinggi dan persediaan air yang terkontaminasi adalah kolera, infeksi E. coli, tifus, dan hepatitis,” sambung dr. Srivastava.
Dengan ancaman yang besar itu, penting untuk membersihkan badan dengan baik setelah kehujanan agar tidak ada bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan aneka penyakit.
Baca Juga: Mengapa Harus Mandi setelah Kehujanan? Ini Penjelasan Dokter