Sonora.ID - Nama Ma Huateng mendadak trending di Indonesia dan mengundang rasa penasaran warganet sehingga banyak dicari di mesin pencari Google.
Ma Huateng adalah salah satu pendiri dan CEO Tencent, perusahaan multinasional yang bergerak di bidang teknologi terbesar di dunia serta konglomerat game dan hiburan.
Dengan kekayaan yang mencapai $61,1 miliar menjadikan dirinya sebagai orang kaya ke-2 di China.
Tak hanya itu, ia juga masuk dalam daftar orang paling berpengaruh di dunia pada 2007, 2014, dan 2018 oleh majalah Time. Selain itu ia juga masuk dalam jajaran pengusaha top di dunia pada tahun 2017 oleh Fortune.
Pengusaha yang biasa dikenal dengan dana Pony Ma ini lahir di Badagang, Guangdong (sekarang Kota Dongfang), China, pada 29 Oktober 1971. Ia dibesarkan dalam keluarga yang sederhana.
Ayahnya, Ma Chenshu, pindah ke Shenzhen untuk bekerja sebagai manajer pelabuhan ketika Huateng masih sangat muda.
Pendidikan
Ma belajar ilmu komputer di Universitas Shenzhen, di mana ia memperoleh (1993) gelar Bachelor of Science.
Dia kemudian bekerja dalam penelitian dan pengembangan untuk China Motion Telecom Development Ltd. sebelum mendirikan (1998) Tencent dengan beberapa teman.
Setahun kemudian perusahaan meluncurkan layanan QQ berbasis Internet (kemudian disebut OICQ), yang segera menjadi salah satu platform pesan instan paling populer di China.
Tencent kemudian mendapatkan dukungan dari dua perusahaan modal ventura luar negeri, dan pada bulan Juni 2004 perusahaan tersebut mengumpulkan hampir $200 juta ketika go public di bursa saham Hong Kong .
Di bawah kepemimpinan Ma, Tencent memperluas penawarannya untuk memberi pengguna berbagai apa yang perusahaan gambarkan sebagai "layanan gaya hidup online."
Selain pesan instan , layanan tersebut termasuk situs e-commerce , outlet media online, game dan hiburan interaktif lainnya, situs jejaring sosial, iklan online, dan pemrosesan pembayaran online.
Pengaruh perusahaan di pasar Cina sangat besar. Pada akhir 2015 QQ memiliki sekitar 850 juta pengguna aktif bulanan, dan WeChat—aplikasi pesan instan seluler yang pertama kali diperkenalkan pada 2011—memiliki sekitar 650 juta pengguna.
Disebut paman Sisca Kohl
Sisca Kohl merupakan anak seorang pengusaha dengan kekayaan berlimpah. Bahkan banyak informasi yang beredar bahwa dirinya adalah keponakan Ma huateng.