"Tapi tidak mahal, misalnya untuk listrik atau leding perbulan hanya puluhan ribu," ungkapnya.
Selain itu di rusunawa lanjut Geitsa, juga ada iuran lain yang nantinya bisa diambil ketika penghuni ingin pindah atau keluar dari rusunawa. Nominalnya pun bebas.
"Semacam tabungan. Tak terasa, dua tahun tinggal di sini, tabungan saya mencapai Rp4 juta. Lumayan kan," tambahnya.
Disinggung terkait persyaratan masuk rusunawa, Geitsa menjelaskan, bahwa harus asli warga Kota Banjarmasin yang dibuktikan dengan KTP dan surat menyurat lainnya.
Misalnya, pengantar dari ketua Rukun Tetangga (RT) dan memiliki pekerjaan yang jelas.
"Suami saya wiraswasta. Saya sebelumnya tinggal bersama orang tua di Banua Anyar," tutupnya.
Penyalahgunaan peruntukan rumah hunian vertika itu juga dibeberkan seorang mantan penghuni yang tidak mau disebutkan namanya.
"Buktinya, ada saja mobil-mobil yang keluar masuk. Kendaraan bagus-bagus. Kerjaannya pun sebenarnya mampu untuk mengkredit rumah," ungkapnya.
"Semestinya, kan peruntukannya hanya untuk warga yang benar-benar memerlukan tempat tinggal," tambahnya singkat.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Sediakan Lapangan Pekerjaan untuk 35.000 KK MBR Penghuni Rusunawa