Setelah betina menyimpan telurnya yang tidak dibuahi ke dalam jantan, kulit terluar telur pecah dan jaringan dari jantan tumbuh di sekitar telur di dalam kantong.
Setelah membuahi sel telur, pejantan mengontrol dengan ketat lingkungan prenatal embrio di kantongnya.
Jantan menjaga aliran darah di sekitar embrio, mengontrol konsentrasi garam di kantong, dan menyediakan oksigen dan nutrisi untuk keturunan yang sedang berkembang melalui struktur seperti plasenta.
Ia mengerami telur di dalam kantong tersebut selama sekitar 2 hingga 3 minggu atau 24 hari tergantung spesies dan kondisi air.
Ketika kuda laut jantan melahirkan, dia memompa ekornya sampai bayi kuda laut muncul.
Baca Juga: Hewan Ovovivipar: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya, Lengkap!
Keunikan lain dari perkawinan kuda laut tak hanya dalam prosesnya, tapi juga pada proses pencarian pasangan.
Pada sebagian besar spesies hewan, kebanyakan jantan bersaing untuk mendapatkan betina.
Namun, pada kuda laut justru sebaliknya di mana para betina bersaing untuk mendapatkan jantan yang tersedia dan memiliki kantong induk.
Lebih menggemaskannya lagi, dikutip dari Animal Corner, kuda laut diketahui melakukan ritual menari bersama sebelum melakukan perkawinan.
Demikian penjelasan mengenai cara kuda laut berkembang biak. Cukup unik, bukan?
Baca berita update lainnya dari Sonora.ID di Google News.