Sonora.ID - Hak dan kewajiban suami istri dalam Islam dijelaskan langsung oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Quran.
Allah SWT pada dasarnya menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. Untuk dapat menjadi pasangan yang sah secara pandangan Islam, maka seorang pria dan wanita harus menikah.
Dalam pernikahan tersebut, terdapat sejumlah hak dan kewajiban yang harus dipenuhi, baik bagi istri maupun suami.
Hak istri merupakan kewajiban bagi suami. Begitu pula sebaliknya di mana hak suami merupakan kewajiban istri.
Baca Juga: 13 Ayat Alquran tentang Pernikahan: Arab, Latin, dan Artinya
Hak Istri dan Kewajiban Suami
Berikut ini hak istri dalam pernikahan menurut Al-Qur'an yang menjadi kewajiban suami.
1. Mahar
Penjelasan soal hak istri dalam menerima mahar dijelaskan dalam Qur'an surat an-Nisa ayat 4.
"Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya." (Q.S. An-Nisa: 4)
2. Nafkah
Allah berfirman dalam Qur'an surat At-Talaq ayat 7.
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (Q.S. At-Talaq: 7).
3. Keadilan dalam poligami
Apabila seorang suami berpoligami atau memiliki istri lebih satu, maka harus berlaku adil pada setiap istri. Allah SWT menuangkan hal tersebut dalam surat an-Nisa ayat 3 dan 129.
QS. an-Nisa: 3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita lain yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil mka kawinilah sesorang saja, atau budakbudak yang kamu miliki, yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."
Baca Juga: Doa Meluluhkan Hati Suami Agar Lebih Mencintai Istri, Lengkap dengan Artinya
QS. An-Nisa: 129
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-strimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang
kamu cuntai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatungkatung. Dan jia kam mengadakan perbaikan dan memelihara diri dari kecrangan, maka sesngguhnya Allah maha pengampun
lagi maha penyayang.”
4. Diperlakukan dan digauli dengan baik
Dalam surat An-Nisa ayat 19, Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya kecuali apabila mereka melakukan perbatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut, kemudian apabila kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah. Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebajikan yang banyak.” (Q.S. An-Nisa ayat 19)
5. Warisan
Seorang istri yang nikahi dengan sah berhak mendapat warisan dari suaminya seperti yang dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 12.
"Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun."
Baca Juga: Mengenal 11 Istri Nabi Muhammad, dari Khadijah hingga Maimunah
Hak Suami dan Kewajiban Istri
Dengan konsep yang sama dengan hak istri, hak suami juga menjadi kewajiban bagi seorang istri yang harus dipenuhi.
1. Istri yang solehah
Dalam surat An-Nisa ayat 34 dijelaskan:
"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar." (Q.S. An-Nisa ayat 34)
2. Istri yang menundukkan pandangan dan menutup aurat
Berikut firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 59:
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu dan Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Baca Juga: Doa Malam Pertama: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
3. Istri yang menundukkan pandangannya
Istri wajib menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan seperti dalam firman Allah:
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (Q.S. An-Nur:31)
4. Istri yang tidak berbicara lembut pada laki-laki yang bukan suaminya
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 32:
"Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." (Q.S. Al-Ahzab: 32)
5. Istri yang tetap berada di rumah
Pada surat Al-Ahzab ayat 33 Allah SWT memerintahkan istri agar berada di rumah.
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (Q.S. Al-Ahzab: 33)
Baca Juga: Doa Saat Turun Hujan dan Doa Sesudah Hujan, Jangan Lupa di Baca Saat Hujan!
Itulah tadi hak dan kewajiban suami-istri dalam Islam menurut Al-Qur'an. Semoga bermanfaat!