Sonora.ID - Bukan hal yang baru bahwa Indonesia adalah negara yang kaya. Bukan hanya kekayaan alamnya yang luar biasa banyak, tetapi juga seni dan peninggalan masa lalu yang masih terus dilestarikan hingga saat ini.
Salah satunya adalah seni tari, termasuk tari klasik.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, klasik artinya memiliki nilai atau mutu yang diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yang abadi atau tertinggi, juga, karya sastra yang bernilai tinggi serta langgeng dan sering dijadikan tolok ukur.
Dikutip dari Gramedia.com, seni tari klasik adalah tari tradisional yang lahir pada lingkungan keraton atau di sekitar wilayah pusat pemerintahan.
Tari klasik adalah jenis seni tari tertua yang ada di Indonesia, apabila dilihat melalui perkembangannya yang berasal dari kerajaan serta peraturan yang mengikatnya.
Ciri-ciri tari klasik
Meski sudah terbilang tua, tetapi tari klasik tidak kalah dengan tarian modern masa kini dan memiliki ciri yang khas, yaitu:
1. Memiliki pedoman dan aturan pakem tertentu
Dengan adanya peraturan tersebut, maka susunan serta makna tariannya pun sudah jelas dan sesuai dengan peraturan.
Baca Juga: 17 Jurusan Sepi Peminat di UNJ untuk Referensi SNBT 2023
Jika ada struktur yang diubah, maka secara makna juga dapat berubah.
2. Tata rias yang cantik
Para penari biasanya akan menggunakan riasan yang tebal dan telah disesuaikan dengan tema tariannya. Tujuannya adalah memperlihatkan karakter masing-masing penari.
3. Busana mewah
Dikarenakan berkembang di wilayah bangsawan, maka busana yang digunakan oleh para penari pun harus menyerupai bangsawan atau terlihat pantas untuk tampil di depan bangsawan.
4. Nilai estetika tinggi
Merupakan tarian yang tumbuh serta berkembang di wilayah kerajaan atau keraton. Oleh karena itulah, nilai estetika pada tari klasik juga sangat tinggi.
Baca Juga: 6 Contoh Tari Klasik atau Tradisional Lengkap dengan Asal Daerahnya
Contoh tari klasik
Berita update lainnya dari Sonora.id di Google News.