Sonora.ID - Terdapat banyak indikator yang digunakan pada dunia trading untuk melakukan prediksi.
Di industri kripto, banyak orang berusaha memprediksi kenaikan atau penurunan harga satu bitcoin dalam periode tertentu, karena Bitcoin bisa sangat mempengaruhi pergerakan aset kripto yang lain.
Adapun, salah satu yang paling sering digunakan adalah Average Directional Index atau sering disingkat ADX.
Average Directional Index adalah indikator teknikal yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder.
Indikator ini memiliki nilai antara 0 hingga 100 dan digunakan untuk mengukur kekuatan tren suatu aset tanpa memperhatikan arah tren tersebut.
Untuk memahami arah tren, ADX biasanya digunakan bersama dua komponen lain.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan ADX dalam Menganalisis Harga Bitcoin
Adapun dua komponen tersebut yaitu +DI (Positive Directional Indicator) dan -DI (Negative Directional Indicator).
Kombinasi ini memberikan informasi lengkap mengenai kekuatan dan arah tren.
Oleh sebab itu, indikator ini menjadi salah satu indikator teknikal yang dirancang untuk mengukur kekuatan tren pasar. Misalkan untuk mengikuti nilai harga satu bitcoin.
Karena itu, pemahaman terhadap ADX sangat penting bagi trader mata uang kripto.
Sebab indikator ini sangat berguna mengidentifikasi apakah harga sedang berada dalam tren yang signifikan atau justru dalam kondisi sideways.
Untuk itu silakan simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan ADX.
Baca Juga: Emas vs Bitcoin, kenali kelebihan nya raup keuntungan nya
Kelebihan ADX dalam Menganalisis Harga Bitcoin
ADX memiliki sejumlah kelebihan yang menjadikannya alat yang sangat berguna dalam menganalisis harga Bitcoin.
Indikator ini sangat membantu trader mengenali kekuatan tren. Juga, ADX dapat memberikan wawasan yang berguna untuk strategi jangka pendek maupun panjang.
Di bawah ini adalah beberapa keunggulan utama ADX yang bisa dimanfaatkan oleh trader Bitcoin.
1. Mengidentifikasi Kekuatan Tren
Salah satu kelebihan utama ADX adalah kemampuannya untuk mengukur kekuatan tren pasar secara obyektif. Tentu ini penting mengingat pasar bitcoin yang sangat
volatil.
2. Mengurangi Risiko di Pasar Sideways
ADX membantu trader menghindari pasar yang tidak memiliki tren atau sideways di mana pergerakan harga cenderung tidak signifikan.
Nilai ADX di bawah 25 sering kali menjadi sinyal bagi trader untuk tidak membuka posisi sehingga membantu mereka mengurangi risiko kerugian.
3. Efektif untuk Tren Jangka Panjang
ADX sangat berguna untuk trader yang berfokus pada jangka panjang.
Ini karena ADX dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren kuat yang bisa bertahan dalam waktu yang lama. Ini karena ADX dapat memberikan konfirmasi bahwa tren tersebut layak diikuti.
Baca Juga: Mengenal Blockchain: Cara Kerja Mudah dari Teknologi Investasi Bitcoin
4. Cocok untuk Berbagai Strategi
ADX dapat digunakan untuk berbagai strategi trading. Ini contohnya seperti swing trading, day trading, maupun trading jangka panjang.
Tetapi kendati demikian trader tetap perlu menyesuaikan kerangka waktu grafik dengan strategi yang digunakan.
5. Mengurangi Ketergantungan pada Emosi
ADX membantu trader mengambil keputusan berdasarkan data. Ini sebab ADX dapat memberikan metrik yang jelas tentang kekuatan tren.
Hal ini sangat penting dalam trading kripto mengingat harga kripto yang sangat fluktutatif.
Kekurangan ADX dalam Menganalisis Harga Bitcoin
Meskipun ADX memiliki keunggulan yang signifikan, indikator ini tentunya juga memiliki keterbatasan.
Kekurangan ini dapat memengaruhi efektivitas analisis, terutama dalam pasar kripto yang sangat dinamis.
Oleh sebab itu, penting untuk memahami kelemahan-kelemahan ADX.
Tentu ini supaya Anda dapat menggunakannya dengan lebih efektif dan mengurangi risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan. Berikut adalah beberapa kekurangan yang dimiliki oleh ADX.
1. Tidak Memberikan Informasi Arah Tren
ADX memang efektif dalam mengukur tren. Kendati demikian indikator ini tidak memberikan informasi tentang arah tren seperti tren naik atau turun.
Oleh sebab itu, ADX harus digunakan bersamaan dengan indikator lain.
Adapun, contoh indikator lain yang biasa digunakan bersama ADX adalah seperti Moving Average atau +DI dan -DI. Keduanya digunakan untuk menentukan arah tren.
2. Respons Lambat
ADX cenderung memberikan sinyal secara terlambat. Ini karena ADX didasarkan pada data harga historis. Ini tentu bukan hal yang baik mengingat pasar Bitcoin yang sangat cepat.
Hal ini juga bisa menjadi kendala bagi trader bitcoin. Utamanya bagi day trader yang membutuhkan sinyal cepat.
3. Kurang Efektif dalam Tren Cepat
Dalam kondisi pasar yang sangat volatil dengan perubahan tren yang mendadak, ADX mungkin tidak cukup responsif untuk memberikan peringatan dini.
Hal ini dapat membuat trader kehilangan peluang atau terlambat mengantisipasi pembalikan harga.
4. Memerlukan Pengalaman untuk Interpretasi
ADX tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Sebab, trader perlu memiliki pemahaman mendalam tentang cara kerja indikator teknikal.
Trader pemula mungkin merasa kesulitan dalam menginterpretasikan hubungan antara ADX, +DI, dan -DI. Sehingga, ini sering membuat keputusan trading menjadi lebih kompleks.
ADX adalah alat yang kuat untuk menganalisis kekuatan tren di pasar Bitcoin.
Tentu karena itu trader dapat memanfaatkannya untuk menghindari risiko di pasar sideways dan mengidentifikasi peluang di pasar tren.
Tetapi, strategi yang tepat dan pemahaman mendalam tentang ADX Anda dapat mengambil keputusan trading yang lebih bijak di pasar kripto yang kita maklumi sangat volatil.
Namun, ADX tetap memiliki kekurangan. Adapun kekurangan ADX adalah seperti tidak menunjukkan arah tren dan respons yang cenderung lambat.
Sehingga, penting untuk menggunakan ADX bersama indikator lain.
Baca Juga: Melihat Pertarungan Emas Vs Bitcoin di Final Turbulensi Ekonomi