Kesepakatan itu sempat mengejutkan banyak orang, karena Co-Founder dan Master Animator Studio Ghili sendiri memilih mengambil sikap diam karena telah mengizinkan film-filmnya masuk ke pasar Amerika Serikat.
Meski demikian, Ketua Studio Ghibli, Koji Hoshino, menyatakan bahwa dirinya merasa sangat senang bisa bekerja sama dengan HBO Max.
“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan HBO Max untuk membawa koleksi lengkap film Studio Ghibli ke pemirsa. HBO Max adalah rumah yang ideal untuk film kami. Saat peluncuran pada musim semi nanti, penggemar Ghibli yang lama akan menikmati film favorit mereka, dan mempelajarinya lebih dalam. Sedangkan penonton baru akan dapat menemukan film kami untuk pertama kalinya,” jelas Koji Hoshino kepada Variety.
Baca Juga: Ternyata Billboard Fans K-Pop di Bekasi adalah Iklan Minuman
Animasi Ghibli memang layak dikonsumsi oleh seluruh masyarakat dunia karena kualitas dan maknanya yang dalam.
Perjalanan Studio Ghibli dimulai dengan ‘Castle in the Sky’ pada tahun 1986, sejak itu, studio ini terus memproduksi karakter kreatif yang penuh dengan warna.
Namun, studio ini telah absen selama lima tahun sejak ‘When Marnie was There’. Kemudian pada tahun 2017 silam, Studio Ghibli dibuka kembali untuk bisnis, dan menghasilkan ‘How Do I Live’.
Baca Juga: Nicki Minaj Akui Ia Hanya Bercanda Soal Kolaborasinya dengan Adele