Kalimantan Selatan menurutnya memiliki akar sejarah Islam yang sangat kental, bahkan orang Banjar adalah pedagang-pedagang handal yang berpegang teguh pada nilai-nilai muamalah Islam dalam transaksi perdagangannya.
Ini juga yang menjadikan provinsi ini daerah yang potensial untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
“Selaras dengan tema Festival Ekonomi Syariah ini, tentunya merupakan langkah baik bagi pemulihan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan, terutama di masa pandemi saat ini,” pungkasnya.
Baca Juga: Bank Indonesia Mendorong Penerapan Ekonomi Syariah Dalam Fesyar 2020
Seperti diberitakan sebelumnya, selama dua hari, yakni 23-24 Juli 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Banua, sebagai rangkaian Road to FESyar Kawasan Timur Indonesia 2021 yang dipusatkan di Gorontalo.
Sejumlah UMKM lokal yang telah lulus kurasi dari Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) turut hadir memamerkan hasil produksinya, mulai dari kukis berbahan dasar tepung talipuk (dari biji bunga teratai), kain Sasirangan dengan pewarna alam, olahan penganan dari labu kuning, hingga UMKM yang dijalankan oleh pondok pesantren.