Banjarmasin, Sonora.ID - Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), melaksanakan Seminar Pencegahan Penyebaran Paham Radikal yang Mengarah pada Terorisme di Lingkup Kampus, berlangsung di General Building ULM Banjarmasin, Sabtu (28/08/2021).
Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari perwakilan mahasiswa, kalangan aktivis, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), unit kegiatan mahasiswa dari berbagai fakultas, dan lainnya.
Kegiatan ini dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, hingga pembatasan peserta dengan kapasitas gedung 500 orang, dan diisi hanya sekitar 100 orang
Baca Juga: Dilantik Presiden, Birin-Mu Fokus Penanggulangan Covid dan Pemulihan Ekonomi Rakyat
Hadir langsung di pertemuan ini Kepala Subdit Keamanan Negara Dit Intelkam Polda Kalsel Kompol Paryoto, S.sos., M.I.Kom, yang menilai pentingnya pencegahan paham radikal
"Apalagi yang mengarah pada terorisme, terlebih di lingkungan kampus, yang menurutnya rawan dimasuki paham itu," ucapnya.
Selain itu tambahnya, pada usia mahasiswa yang mencari jati diri, menjadi salah satu sasaran yang dapat dimanfaatkan pihak tertentu dalam penyebaran paham radikal.
"Di lingkungan kampus memang menjadi salah satu sasaran mereka yang ingin menyebarkan paham radikal, untuk itu kita lakukan ini. Selain itu, juga kita laksanakan di lingkungan masyarakat termasuk tempat ibadah," ungkap Kompol Paryoto.
Diharapkannya pula, masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya dapat menjauhi radikalisme yang bisa berujung terhadap tindakan kekerasan hingga ekstrem termasuk terorisme.
"Dengan ambil bagian lewat cara memberikan laporan ke aparat terdekat, jika mendengar adanya hal mencurigakan," tutupnya.
Baca Juga: Dilantik Presiden, Birin-Mu Fokus Penanggulangan Covid dan Pemulihan Ekonomi Rakyat
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM Dr. Ir. Muhammad Fauzi, M.P. menyambut baik upaya pencegahan ini, walau di kampusnya belum ada indikasi adanya paham yang mengarah pada terorisme.
"Mencegah lebih baik tentunya. Ini juga nanti mereka yang hadir dapat menyebar dan menularkan pada yang lain. Kita juga setiap tahun selalu memberikan materi terkait ini pada saat pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru," ucapnya di sela kegiatan.
Salah seorang peserta dari Fakultas Kedokteran Arini Karima (20), merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini, karena diisi narasumber berkompeten, hingga dapat mengetahui ciri-ciri paham radikal guna dilakukan pencegahan.
"Harapannya semua mahasiswa dapat memperkuat benteng dirinya, serta mampu mencegah penyebaran paham radikal yang mengarah pada terorisme," bebernya usai seminar.