Selain itu Gibran juga membuka peluang untuk dilaksanakan pembelajaran tatap muka bagi anak sekolah. Sesuai dengan peraturam PPKM Level 3, pembelajaran dapat dilakuak dengan tatap muka terbatas maupun pembelajaran jarak jauh.
Apabila dilaksanakanya pembelajaran secara tatap muka, maka kapasitas dibatasi maksimal 50%. Namun untuk sekolah Luar Biasa (SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB) boleh dibuka dengan kapasitas maksimal 62 - 100 %, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.
Sedangkan untuk PAUD boleh dibuka dengan kapasitas maksimal 33 %, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Tambah Wilayah PPKM level 3, yaitu Malang Raya dan Solo Raya
Namun, Wali Kota Solo Gibran menuturkan bahwa pembelajaran tatap muka ini akan dimulai pada jenjang SMA Kelas 3 terlebih dahulu. Selain penerapan pembelajaran tatap muka, Gibra juga akan membuka area wisata yang selama ini ditutup karena aturan PPKM Level 4.
Gibran menjelaskan memang Solo sudah siap menerapkan sekolah tatap muka, namun untuk dilaksanakan tanggal 30 Agustus tetap harus mengikuti instruksi dari pusat.
Terkait pemerataan vaksin di Kota Solo untuk anak sekolah, Gibran mengaku akan merampungkan 73.000 siswa yang belum tervaksin dalam sebulan.
Baca Juga: Evaluasi Dinkes: PPKM Banjarmasin Turun Level 3, PTM Direkomendasikan