Sementara berdasarkan kapasitas respon, menurutnya tergolong cukup baik, yaitu 0,67 persen positivity rate per minggu, 12,46 rasio kontak erat per konfirmasi dan 5,57 BOR per minggu.
Selain memperpendek durasi karantina, pemerintah juga menambah daftar negara-negara yang dapat masuk ke Indonesia.
Saat ini, pemerintah telah menetapkan 19 negara asal yang diizinkan masuk ke Indonesia, diantaranya adalah Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.
Menurutnya, keputusan pemerintah untuk memangkas lama masa karantina dan memperluas kriteria negara yang masuk ke Indonesia ini juga dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi seiring dengan upaya pengendalian kasus yang telah dilakukan.
“Keputusan ini dihasilkan dari pertimbangan matang berbagai ahli serta praktisi sektor terkait,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wiku juga memaparkan beberapa langkah yang harus dilakukan agar kebijakan penurunan durasi karantina ini dapat berjalan efektif, diantaranya adalah pertama, pertama pelaku perjalanan internasional nanti termasuk wajib menjalani karantina.
Kedua, pelaku perjalanan internasional wajib menerapkan protokol kesehatan selama masa karantina, ketiga pemerintah daerah menyediakan daftar rujukan fasilitas karantina. Keempat, pemerintah Menyediakan alat uji diagnostik yang akurat.
“Kelima, pemerintah meningkatkan upaya penelusuran kontak erat. Dan yang ke-6 adalah pemerintah daerah memastikan cakupan vaksinasi terpenuhi ,” jelas Wiku.