Abdul mengatakan kalau hal ini perlu diluruskan.
"Radiasi itu sebetulnya cuma mekanisme perambatan energi saja. Sebagai contohnya memasak. Kalau kita menyalakan kompor sampai air mendidih, itu panasnya merambat lewat panci. Sementara itu, radiasi merambat panas namun tidak melalui penghantar padat atau medium tertentu," jelasnya.
Sebagai contoh, radiasi handphone dan radiasi panas ketika masak yang mana, kita sering merasa panas walaupun tidak bersentuhan langsung.
Hal tersebut lah yang juga nuklir lakukan dan tidak selalu membahayakan pada kenyataannya.
Baca Juga: Takut dengan Nuklir? Simak Penjelasan Ahli terkait 3 Manfaat Umum Nuklir
Lebih lanjut, Abdul menjelaskan kalau radiasi ini terbagi menjadi dua.
Pertama adalah radiasi pengion atau radiasi karena energinya besar hingga mampu mengionisasi atom-atom.
Radiasi ini yang tergolong 'berbahaya' karena mampu mengionisasi atom-atom dalam tubuh manusia.
Kedua adalah radiasi non-pengion yang tidak akan mengionisasi atom-atom atau mengakibatkan kerusakan tubuh, handphone, microwave.
Contoh radiasi non-pengion adalah handphone dan microwave.
Baca Juga: Studi Kelayakan Calon Tapak PLTN di Kalimantan Barat : Status dan Peran Perguruan Tinggi