Sonora.ID – Apapun alsannya, menjadi orang ketiga dalam hubungan rumah tangga orang lain adalah perilaku tercela.
Bukan hanya menghancurkan kebahagiaan orang lain, kamu juga bisa menyebabkan trauma bahkan gangguan mental pada orang yang tersakiti.
Wanita dikenal sebagai makhluk yang sangat emosional, makanya sudah seharusnya sesama wanita kita bisa saling mengerti dan mendukung satu sama lain.
Itulah sebabnya, hingga saat ini masih banyak yang bertanya-tanya mengapa bisa ada seorang wanita yang tega menghancurkan kebahagiaan wanita lain demi kepentingannya.
Bahkan sosok pelakor (perebut laki orang) yang dulunya cendrung menyembunyikan diri kini semakin berani bahkan bangga mendeklarasikan keberhasilannya setelah merusak kebahagiaan orang lain.
Lantas, apa alasan wanita tega jadi pelakor yang merebut suami orang lain?
Baca Juga: Suami Tukang Selingkuh Waspada! Doa 4 Weton Wanita Ini Mujarab Pasti Terkabul
Lebih menantang
Bagi sebagian orang, hubungan asmara hanyalah sekadar tantangan dalam hidup.
Menurut psikolog klinis Stephanie Newman PhD, berhubungan dengan pria yang sudah menikah oleh sebagian orang dirasa lebih menantang. Ada sensasi yang didapatkan seseorang saat menjalani 'hubungan rahasia' dengan pria beristri.
Ini hanyalah kompetisi
Orang-orang tak berperasaan ini menganggap memenangkan hati sorang pria adalah sebuah kompetisi, di mana harga dirilah yang menjadi taruhannya.
"Ada juga wanita super kompetitif yang membutuhkan kompetensi. Berhubungan dengan suami orang meningkatkan rasa percaya dirinya. Semakin 'panas' saingannya, semakin dia merasa lebih superior dibanding sang istri," jelas Newman dikutip dari Pshycology Today.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Pria Lebih Cepat Merasa Bosan dalam Hubungan Asmara
Narsistik
Kedua faktor di atas mengacu pada kepribadian narsistik.
Secara psikologis, narsistic personality order atau kepribadian narsistik bisa memicu seseorang menjadi pelakor.
Ini merupakan jenis gangguan kepribadian di mana seseorang menganggap dirinya jauh di atas segalanya dan lebih penting dari orang lain.
Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, seseorang diduga mengalami gangguan narsistik bila didapatkan gejala berupa memiliki imajinasi atau perilaku yang menunjukkan bahwa ia lebih superior daripada orang lain (merasa lebih cantik, lebih hebat, lebih penting), ingin selalu dipuji dan dihargai, serta kurang mempedulikan orang lain.
Butuh biaya hidup
Dalam kasus ini, biasanya si “pelkor” cendrung memiliki kebutuhan yang lebih besar dari pendapatannya.
Apalagi jika mengikuti gaya hidup zaman sekarang yang semakin banyak kebutuhan tersiernya.
Tentunya pendapatan yang tidak seberapa akan suliut untuk mencukupi semua kebutuhannya.
Jika dia memilih hidup bersama seorang pria muda yang baru saja meniti karir dengan penghasilan yang tidak terlalu besar, dia masih merasa kekurangan.
Oleh karena itu, seorang wanita rela menjadi pelakor agar bisa memenuhi semua kebutuhannya.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Pria Meninggalkan Pasangan yang Menemaninya dari Nol, Kamu Termasuk?
Lelaki beristri lebih menggoda
Selain karena kondisi keuangan lebih matang, di mata para pelakor ternyata laki-laki yang sudah berkeluarga lebih seksi dan menggoda.
Mereka juga lebih berpengalaman, baik itu dalam hubungan seksual maupun dalam memperlakukan seorang wanita.
Mereka cendrung lebih romantis dan tahu apa yang disukai para wanita ketimbang pria yang belum menikah.
Baca Juga: UPDATE! Link Nonton Layangan Putus Episode 10: Trailer dan Sinopsis