Tanah Bumbu, Sonora.ID - Guna mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme, Polda Kalimantan Selatan menggelar kegiatan silaturahmi Kamtibmas di Masjid Annizham kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Sabtu (05/2).
Kegiatan yang dihadiri ratusan jamaah termasuk para pelajar setingkat SMK itu, mengangkat tema "Dalam Rangka Meningkatkan Daya Tangkal & Kewaspadaan Dini Penyebaran Paham Radikalisme, Terorisme & Intoleransi Untuk Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif".
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan dari Polda Kalsel kepada pengurus Masjid.
Dalam sambutannya, Ketua Cabang Muhammadiyah Tanah Bumbu, H. Absar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polda Kalsel atas kepeduliannya dalam upaya pencegahan terorisme terhadap remaja serta menyambut baik atas kegiatan yang dilaksanakan.
Baca Juga: Upaya Polda Sumsel Mencegah Masyarakat Terpapar Paham Radikalisme
"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para jamaah yang berhadir," harapnya.
Sementara itu Direktur Intelkam Polda Kalsel yang diwakili oleh Kasubdit Kamneg Kompol Paryoto, dalam sambutannya menyampaikan, menyikapi fenomena saat ini terutama di lingkungan sekitar, pihaknya meningkatkan daya tangkal di lingkungan masyarakat dari ajaran-ajaran Paham Radikalisme.
"Diharapkan lapisan masyarakat dapat mencegah ajaran Paham Radikalisme untuk mewujudkan Kamtibmas yang kondusif," ucapnya.
Ia menjelaskan, usia remaja adalah usia rentan dan labil yang kerap menjadi sasaran paham radikalisme dan terorisme, karena mudah dipengaruhi.
"Sampai dengan saat ini untuk Wilayah Kalimantan Selatan ada yang sudah menjadi narapidana teroris dan masih dalam proses penyidikan," jelasnya.
"Sementara penyebaran paham radikal mempunyai seribu cara dalam merekrut untuk anak berusia remaja," tambahnya.
Untuk itu, ia meminta agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Karena jika salah memilih media sosial, maka akan mudah terpengaruh dalam paham radikal.
Baca Juga: Kapolda Sumsel : Harus fahami Waspada Aksi Radikalisme dan Intoleransi
"Jangan mudah men-share segala sesuatu paham ajaran radikalisme dan terorisme guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif," pungkasnya.
Disisi lain, Kasi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Tanah Bumbu, H. Abdul Hamid menyampaikan, bahwa remaja adalah sasaran penyebaran paham radikal, pemahaman jihad sesuai Alquran dan hadist.
Lalu, pemahaman mati syahid, islam merupakan agama Rahmatan lil Alamin untuk mensejahterakan umat.
"Apabila ada yang menyengsarakan pasti bukan ajaran agama islam," tandasnya.