Komentar-komentar ini sangat tidak layak untuk diucapkan pada pasangan yang baru saja kehilangan buah hati mereka.
Selalu Dampingi Istri
Seorang Relational Psychotherapy yaitu Jonathan Bartlett, MA, MFT, menyarankan agar saat menghadapi istri keguguran, suami harus selalu ada di samping istri.
Anda tidak perlu melakukan banyak hal, cukup berada di sisinya, memegang tanganya, dan dengarkan dia mengekspresikan diri.
Ajukan cuti minimal 1 hingga 2 hari untuk menemani istri di rumah. Ajak istri pergi ke restoran favoritnya atau sekadar menonton film di bioskop.
Suami juga harus membiarkan istri untuk melakukan me time. Biarkan istri tenggelam dalam kesedihannya sampai benar-benar habis.
Anda juga bisa mengatur waktu agar istri bisa berkumpul bersama sahabat-sahabatnya untuk mengembalikan semangat dalam dirinya.
Dengarkan mereka
Menangis, marah, kecewa, dan sedih merupakan gejolak emosi yang umum dirasakan ketika seseorang merasakan kehilangan.
Tak seharusnya Anda menyuruh mereka untuk menyudahi dan menghentikan kesedihan mereka.
Ada baiknya, Anda luangkan waktu untuk mendengar semua keluh kesah mereka. Karena pada dasarnya, orang yang sedang berduka hanya ingin didengarkan tentang apa yang mereka rasakan.
Jika suasana duka sudah mereda, barulah Anda bisa mengajak mereka untuk move on kembali menjalani hari-hari.
Buat Rencana Kehamilan Berikutnya
Setelah kesedihan di antara suami dan istri sudah hilang dan kondisi fisik istri pun sudah membaik, tidak ada salahnya untuk membuat rencana kehamilan berikutnya.
Namun, pastikan dalam merencanakan kehamilan selanjutnya ini, pasangan suami istri harus dapat menjaga janin di dalam kandungan lebih baik lagi.
Pastikan untuk menjalankan gaya hidup sehat dan selalu mengonsultasikan kondisi kesehatan kepada dokter.
Baca Juga: Bumil Merapat! Ini 4 Tipe Orang yang Wajib Dihindari Selama Kehamilan