Materi Seni Budaya: Apa Perbedaan Tangga Nada Pelog dan Slendro?

6 Oktober 2022 14:05 WIB
Ilustrasi, perbedaan tangga nada pelog dan slendro
Ilustrasi, perbedaan tangga nada pelog dan slendro ( Gramedia)

Sonora.ID – Dalam artikel ini kita akan membahas perbedaan tangga nada pelog dan slendro, yang merupakan materi dari pelajaran Seni Budaya atau musik.

Tangga nada adalah salah satu unsur utama yang digunakan pada seni musik dan juga merupakan unsur yang digunakan oleh seorang pencipta lagu untuk bisa menciptakan komposisi lagu.

Setiap tangga nada akan tersusun dari nada-nada pokok yang seluruh nadanya dipisahkan menggunakan jarak tertentu.

Secara sederhana, seorang pencipta lagu akan menciptakan rangkaian nada yang ada pada lagu menggunakan nada-nada yang ada pada suatu tangga nada.

Baca Juga: 10 Contoh Lagu Wajib Nasional Bertangga Nada Minor dan Penciptanya

Berikut adalah jenis dari tangga nada berdasarkan jumlah nada yang menyusun tangga nada tersebut:

  • Tangga nada diatonis: jenis tangga nada yang tersusun dari 7 buah nada pokok. Berdasarkan jarak antara nada-nadanya, tangga nada diatonis bisa dibedakan menjadi tangga nada diatonis mayor dan tangga nada diatonis minor.
  • Tangga nada pentatonis: jenis tangga nada yang tersusun dari 5 buah nada pokok. Tangga nada pentatonis ini merupakan jenis tangga nada yang paling banyak digunakan pada lagu daerah dan bisa dibedakan menjadi tangga nada pelog dan tangga nada slendro.

Lantas, apa perbedaan tangga nada pelog dan slendro? Simak penjelasannya berikut ini seperti yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Pelog

Tangga nada pelog tersusun atas tujuh nada, yakni 1-2-3-4-5-6-7 (do-re-mi-fa-sol-la-si-do). Namun, nada re dan la sangat jarang digunakan.

Sehingga yang dominan digunakan hanya lima nada adalah do-mi-fa-sol-si atau C - E - F - G - B. Ini membuat Pelog digolongkan dalam tangga nada pentatonik

Tangga nada pentatonik pelog memiliki sifat yang tenang dan khidmat.

Contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada ini adalah Gundul-Gundul Pacul (Jawa Tengah), Pitik Tukung (Jawa Tengah), Karatangan Pahlawan (Jawa Barat), Macepet-Cepetan (Bali), dan Ngusak Asing (Bali).

Baca Juga: 56 Contoh Tembung Saroja Lengkap dengan Pengertian, Fungsi dan Artinya, Materi Muatan Lokal Bahasa Jawa

2. Slendro

Tangga nada slendro tersusun atas nada 1-2-3-5-6 (do-re-mi-sol-la) atau C - D - E - G - A. Bertolak belakang dari pelog, tangga nada slendro memiliki sifat yang gembira dan semangat.

Contoh lagu: Cing Cangkeling (Jawa Barat), Lir Ilir (Jawa Tengah), Cublak-Cublak Suweng (Jawa Tengah), Te Kate Dipanah (Jawa Tengah), dan Keraban Sape (Madura-Jawa Timur), dan Janger (Bali)

Penggunaan tangga nada pentatonis di gamelan Jawa, Sunda dan Bali yang tidak berpaku pada standar Barat dan memiliki istilah tersendiri dalam penyebutan nadanya.

Sunda nadanya da mi na ti la, Jawa nem mo lu ro ju, sementara di Bali ding dong deng dung dang.

Itu dia penjelasan mengenai perbedaan tangga nada pelog dan slendro.

Semoga bermanfaat!

Baca artikel update lainnya dari Sonora.ID di Google News.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
92.0 fm
98.0 fm
102.6 fm
93.3 fm
97.4 fm
98.9 fm
101.1 fm
96.7 fm
98.9 fm
98.8 fm
97.5 fm
91.3 fm
94.4 fm
102.1 fm
98.8 fm
95.9 fm
97.8 fm
101.1 fm
101.1 Mhz Fm
101.2 fm
101.8 fm